Test Footer

Sunday, July 28, 2013

Cinta dan kagum kepadamu , kepada-Nya

Mutiara kata

“Aku kagum dengan orang mempunyai ramai kenalan..
Tetapi, aku lagi kagum dengan orang yang mampu mengajak
kenalannya mendekati Allah dan kebaikan dan menjauhi maksiat
dan keburukan.. Semuannya dengan izin Allah.. ”

“Pastikanlah rasa kagummu itu pada pribadi secara utuh, bukan
pada sifat parsial yang ada pada dirinya. Bersyukurlah bahwa
Tuhan mendatangkan alasan untukmu memperbaiki kualitas diri.
Maka, kembalikanlah rasa kagum itu kepada Tuhan.”

tidak, aku tak ingin mendua.. karena yang mungkin
kulakukan hanyalah mengagumi makhluk ciptaan Mu.. tapi..
maafkan aku bila ini tlah berlebihan Tuhan... ajarkan aku
bagaimana cara terindah untuk tetap bisa mengaguminya
tanpa harus melukai Mu..

“Aku mengagumimu karena mengetahui seluruh kebiasaan
baikmu, atau aku mengagumimu karena melihatmu kemudian
menyetujui dan memuji seluruh kebiasaanmu?”

“pernahkah kamu bingung menentukan apa ini CINTA atau
KAGUM ?”

Suka, Cinta, & Kagum :)
>>Suka: Suatu perasaan ketika kau senang disampingnya dan dia
nyaman berada di sisimu. Dan dengannya, kau bisa berbagi hal-
hal yang sama-sama kau sukai. Kau akan tersenyum jika
melihatnya tersenyum dan senang setiap kali melihatnya.
>>Kagum:Suatu perasaan ketika kau terpesona pada sosok yang
menarik perhatianmu. Karena ia 'terlihat' di matamu. Bersinar
dalam benakmu serta pikiranmu hanya tertuju pada sosoknya
karena kau tertarik padanya.
>>Cinta:Adalah gabungan dari rasa suka, kagum dan ditambahi
dengan berbagai rasa lain seperti rindu, aneh, berdebar, ingin
melindungi, sedih, muak, lelah bahkan benci. Cinta, suatu
perasaan dimana matamu hanya akan tertuju pada orang itu, kau
suka melihatnya karena apa adanya dirinya, suka saat ia
tersenyum yang ia tujukan hanya padamu, suka saat ia ada di
sampingmu baik ia dalam keadaan senang maupun sedih.
Perasaan saat kamu ingin melindungi, bahkan mendekapnya
dalam pelukanmu agar ia kembali tenang. Perasaan rindu saat ia
jauh darimu. Saat pikiranmu hanya terpusat pada dirinya yang
menarik perhatianmu. Saat dimana kau benci bila ia jauh darimu
dan mendekati orang lain selain dirimu. Perasaan yang membuat
kita secara tidak langsung menjadi seorang yang egois.

“kekagumanku berawalkan pada matamu….meski terhalang ia
oleh kaca berbingkai, namun ku temukan celah keindahannya….”

Surat dari Anak Kolong Langit

Dia tertegun
Dia mengagumi.
Dia menulis sebaris sajak.
Untuk awan yang berarak.
Dia melantunkan sebait lagu.
Untuk langit yang biru.
Dia merangkai syair dan puisi.
Untuk Sang Matahari.
Matanya untuk gunung yang kokoh.
Hidungnya untuk aroma pinus yang lembut.
Mulutnya untuk beningnya sungai.
Telinganya untuk kicau kenari di ranting mahoni.
Dia tertegun.
Dia mengagumi.
Disecarik kertas dia menulis.
UntukMu, Tuhan.
Terimakasih.
Aku tertergun dalam karya anggun.
Aku mengagumi untuk lukisan ini.
Aku masih tertegun.
Dan aku tetap mengagumi.


tentang kagum
ada decak dalam hati
sumringah diwajah ketika melihat ataupun mendengarnya
seiring hati mewarnai energi
rasa senang dan salut
kamu hebat!
semoga aku bisa sepertimu.
semangat belajarmu,
gigih menuntut ilmu Allah,
belajar untuk terus memahami dan menjalani
mengevaluasi diri
melejitkan gelora iman dalam diri
kan terpancar bagai pijar
rela terasing demi sebuah hidayah
rela kehilangan demi meraih jalan lurus-Nya
dengan penuh keyakinan
kau melangkah dan melalui semua ujian-Nya
Dia ingin kau membuktikan sejauh mana kesungguhanmu
seberapa besar tekad hijrahmu
seberapa besar keyakinanmu
semoga suatu saat nanti keluargamu
bisa mendapatkan hidayah-Nya sepertimu

0 comments:

Post a Comment