Test Footer

Thursday, August 1, 2013

Kumpulan peribahasa 70-79

70. Asing biduk galang diletak

>>> Lain yang dimaksudn, lain yang dikerjakan.

71. Ada rupa, ada harga.

>>> Harga barang ditentukan oleh keadaan barang.

72. Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas.

>>> Selalu ada kesempatan untuk balas dendam.

73. Adat diisi janji dilabuh.

>>> Adat harus dijalankan, persetujuan harus ditepati.

74. Anak kambing tak kan jadi anak harimau.

>>> Biasanya jika keturunannya dari orang lemah (bodoh) tak mungkin menjadi orang kuat (perkasa)

75. Ada laga sekandang

>>> Berkelahi dengan keluarga (sahabat) sendiri.

76. Adakah kayu di rimba sama tinggi?

>>> Manusia tak kan sama, ada yang pandai ada yang bodoh dan apa yang miskin ada pula yang kaya.

77. Apa gunannya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar.

>>> Meskipun mempunyai ilmu setinggi langit jika tak diajarkan kepada orang lain akan sia-sia saja.

78. Asalnya kuda itu kuda juga dan asalnya keledai itu keledai juga

>>> Perbuatan baik hasilnya kebaikan, sedangkan perbuatan jahat hasilnya kejahatan juga.

79. Ada nyawa, ada rezeki.

>>> Selama masih hidup, selama itu pula akan memperoleh penghidupan.

Terjemah Al-Baqarah ayat 49-57

49. Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatka kamu dari (Fir'aun dan) |pengikut-pengikut Fir'aun|. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.

>>> Fir'aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir pada masa lalu. Menurut sejarah, Fir'aun pada masa Nabi Musa a.s. ialah Menephthan (1232-1224SM) anak Ramses

50. Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan kepada Musa |empat puluh malam|. Kemudian, kamu (bani Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya dan kamu (menjadi) orang yang zalim.

>>> Suatu tenggang waktu yang dijanjikan Allah untuk menerima petunjuk (Tauran): tetapi umat Nabi Musa a.s. Tidak sabar nenunggunya, sehingga mereka menyembah patung anak sapi yang dibuat oleh Samiri.

52. Kemudian ,Kami memaafkanmu setelah itu agar kamu berssyukur.

53. Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan kepada Musa kitab dan furqan agar kamu |memperoleh petunjuk.|

>>> yang dimaksud dengan Kitab adalah Taurat. Dan yang dimaksud dengan furqan adalah keterangan-keterangan lain untuk membedakan yang baik dan yang buruk.

54. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, ''Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan |bunuhlah dirimu|. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sugguh, Dia-lah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.''

>>> ''membunuh dirimu'' ada yang mengartikan, orang-orang yang tidak menyembah patung anak sapi itu membunuh orang yang menyembahnya. Ada pula yang mengartikan, orang yang menyembah patung anak sapi itu salig membunuh. Ada pula yang mengartikan, mereka disuruh membunuh diri mereka masing-masing untuk bertobat.

55. Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, ''Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,'' maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikan.

56. Kemudian, Kami membangkitkan kamu setelah kamu mati agar kamu bersyukur.

57. Dan Kami menaungi kamu dengan awan dan Kami menurunkan kepadamu |mann dan salwa|. Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.

>>> Mann ialah sejenis madu, salwa ialah sejenis burung puyuh.

Lirik Lagu Kupu-Kupu Malam - Peterpan

Peterpan - Kupu-Kupu Malam

Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya
Kini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang
*Dosakah yang dia kerjakan
Sucikah mereka yang datang
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman
Oh apa yang terjadi.. terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh apa yang terjadi.. terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa
Back to *

Lirik Lagu Dilema - Nora

Nora - Dilema

Masa berlalu tanpa ku menyadari
percintaan yang kita bina hampir terlerai
Apa salahku kau buat ku begini
dalam dilema di antara jalan derita
tidak pernah kuduga ini semua terjadi oh...
Janganlah engkau menghancurkan segala
setelah lama kita mengarungi bersama
Usah biarkan cinta kita yang suci
dilambung ombak karang di lautan berduri
Hanya satu pintaku moga kau menginsafi
oh...semua ini
Telah banyak yang kuberi sejak dulu lagi
pengorbanan tiada pernah jemu
Hanyalah Tuhan saja bisa menentukan semua
kesabaran daku menantimu oh...
Kutetap memaafkan dan berdoa kau kembali
sebelum diri melangkah pergi

1v+ Remaja ''pengalaman saat menjaga rental''

Cerita Dewasa ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental
VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang cewek
teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah
jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tidak
ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya.
Beberapa menit setelah teman saya pulang, ada mobil berhenti di
depan rental. Samar-samar saya melihat di dalam mobil ada 2
orang cewek.
"Mungkin dia mau pinjam kali ya.." pikir saya saat itu.
Setelah itu pintu mobil terbuka, dan terlihatlah kaki putih mulus
nan indah. Ketika kaki itu mendarat di tanah, cewek itu
menurunkan roknya yang panjang (lho kok bisa sih..?). Terus tadi
ketika dia mau turun dari mobil, kakinya yang putih itu kelihatan.
Saya curiga, pasti ada yang tidak beres nich. Tapi masa bodoh
ah.. (emang gue pikirin).
Pintu yang satunya terbuka, dan munculah cewek satu lagi, dia
menggunakan celana dan kaos kentat, sehingga payudaranya
yang lumayan besar kelihatan putingnya yang panjang. 2 cewek
yang kira-kira sudah berstatus tante-tante ini mulai memasuki
rental. Mereka lihat sana lihat sini, kelihatannya mereka bingung
memilih.
Ketika sedang memilih itulah awal dari kisah seru ini, tante yang
pakai celana kentat itu sedang melihat CD yang letaknya agak ke
tengah, jadi dia harus menungging kalau mau lihat CD tersebut.
Ketika dia menungging, ohh.. begitu indah lekuk tubuhnya, dan itu
ohh.., itu belahan kemaluannya tergambar di celana kentatnya.
Ahh.. mana tahan.. batang kejantananku langsung saja tegang..
tegang.. dan tegang.. Karena saya lagi asyik memperhatikan tante
yang bercelana kentat, saya tidak tahu kalau tante yang satunya
mengawasi saya. Tiba-tiba saya terkejut karena ada suara CD
jatuh di sebelah kanan saya. Langsung saja saya menoleh ke
kanan.. dan ahh.. mimpi kali ya.. Saya seperti tidak berada dalam
alam sadar. Tante yang memakai rok tadi, ketika mengambil CD
yang jatuh itu, roknya tersingkap ke atas, dan oh.. belahan
pantatnya yang putih mulus dan tentu saja kemaluannya yang
gemuk itu kelihatan masih ok. Vagina itu kelihatan jelas, karena
bulu kemaluannya sepertinya sudah dicukur habis. Ohh.. mana
tahan.. benar-benar malam yang berkesan bagiku.
"Mas, lagi lihat apa sih, kok matanya sampai melotot gitu..?"
Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ketika saya lihat dari arah
depan, dan ternyata tante yang bercelana kentat itu sudah berada
di depan saya. Oh begitu cantik dan harum sekali, body-nya yang
'uhui' itu membuat saya menjadi termenung lagi.
"Ihh.. Mas ini nakal deh, ditanya kok malah melototin gue.. naksir
ya..?" katanya.
Saya tersadar lagi dan seakan tidak percaya dia berkata seperti itu.
"Saya harus memanggil apa nich, Ibu, Tante, Mbak atau Nona-
Nona..?" kataku.
"Ehh.. darimana Mas tahu kalau saya sudah menikah..?" katanya
lagi.
Sebelum menjawab, saya penasaran ingin melihat ke tante yang
tadi. Saya melirik sedikit ke kanan, ehh.. dia sudah tidak ada. Gila,
cepat benar tu cewek menghilangnya.
"Ehh.. begini.. saya tahu, karena di jari manis Ibu.. ee.. Tante.. ee..
Mbak.., ada cincinnya." kataku lagi.
"Mas pintar juga ya, Mas boleh panggil Tante atau Mbak.." katanya
sambil tersenyum.
Ehmm.. tambah cantik saja nih tante genit.
"Eee.. Tante mau pinjam film apa..? Kok keliatannya dari tadi
bingung milihnya.. biar nanti saya yang nyariin, mungkin
ketemu." kataku berlagak sok pahlawan.
"Mas namanya siapa sih, kalau boleh tante tahu..? katanya.
"Sony tante.." kata saya.
"Aduh.. kalau gitu Mas sudah dong kenal dengan Tante.." katanya.
"Masak sih Tante, rasanya kita baru aja ketemu deh.. ya nggak
Tante.." kataku penasaran.
"Sony udah lama kenal dengan Tante, tiap pagi kalau pas Tante
lagi mandi, Sony selalu ngintip Tante dari dalam bak cucian. Pas
Tante lagi beol, Tante jadi malu.. terpaksa Tante tutup anu Tante
pakai tangan biar nggak dilihat sama Sony. Terus pas Tante lagi
bersihin anu Tante. Ya khan..? Sony ngaku aja deh..!" katanya
manja.
"Sony ngintip Tante mandi dari bak cucian..? Mana cukup badan
Sony yang besar gini ngumpet di bak cucian..? Ahh Tante
becanda ya..?" kata saya bingung.
"Nggak kok Son, Tante memang becanda.. yang Tante maksud itu
sebetulnya celana dalam suami Tante yang merk-nya SONY..
sorry ya.." katanya.
"Nggak pa-pa, tapi boleh nggak Sony ngintip Tante mandi lagi..?"
kata saya menggoda.
"Ahh.. Sony kamu nakal ya..! Emangya kamu nggak pernah
ngintip cewek kamu pas mandi ya..?" katanya.
"Sony belum...

Bersambung

17+ Remaja ''mahasiswi murid ibuku''

Cerita ini terjadi dikarenakan ibuku adalah salah seorang dosen di
salah satu universitas. Cerita Seks Remaja ini tidak pernah aku
lupakan karena sangat istimewa sekali dihatiku.
Ibuku adalah seorang dosen komputer di sebuah perguruan tinggi
di ****** Ia memiliki banyak mahasiswa maupun mahasiswi
dan karena kepiawaian Ibuku dalam mengajar, banyak
mahasiswanya yang datang ke rumahku unuk meminta diajar
secara privat.
Kisah ini adalah nyata yang terjadi ketika Ibuku
sedang tidak di rumah. Namaku adalah Joe. Saat itu aku sedang
dalam masa pengangguran karenanya aku hanya tinggal di rumah
sehingga membuatku sangat bosan karena kegiatanku sepanjang
hari hanya menonton VCD dan bermain komputer saja.
Tetapi kebosananku berakhir ketika salah seorang mahasiswi
Ibuku datang kerumah. Dewi namanya, dia kuliah di Universitas
**** ***** (edited). Karena Ibuku kebetulan sedang ada urusan,
maka Dewi menunggunya datang dikarenakan ada urusan yang
sangat penting dengan Ibuku. Karena aku tidak ada pekerjaan dan
aku sangat bosan dengan kegiatanku, maka aku menemaninya
menunggu Ibuku. Tetapi, aku sengaja tidak memberitahukan
kepadanya bahwa Ibuku sedang pergi ke luar kota bersama
Bapakku selama beberapa hari. Jika kuperhatikan dengan seksama,
Dewi sama sekali tidak jelek. Bagiku dia bahkan menarik sekali,
dengan proporsi badan yang bagus dan seksi dan dikombinasikan
dengan rambutnya yang panjang tergerai dan hitam. Sekilas
wajahnya mirip dengan zaskia gotik dan karenanya aku tidak
bosan-bosannya menatap Dewi sambil terus mengajaknya
bercakap-cakap sambil menawarkannya minum segelas air jeruk.
Sampai suatu ketika, dia minta ijin untuk pergi ke WC dan aku
menunjukkannya lokasi WC yang berada di belakang kamar orang
tuaku. Di saat dia pergi kesana, aku memasukkan pil perangsang
yang kubeli sewaktu aku masih berkuliah di luar negeri dulu. Pil
perangsang itu larut dengan air jeruk tetapi tidak memberikan
perubahan pada warna maupun rasa air jeruk itu sendiri. Setelah
itu, aku hanya tersenyum-senyum memikirkan rencanaku
selanjutnya sambil menunggu Dewi keluar dari WC. Setelah
Dewi kembali dari WC, ia kembali duduk dan mengajakku
ngobrol mengenai bisnis orang tuaku sambil meminum air jeruk
yang kusuguhkan kepadanya.
Beberapa menit setelah ia
meminumnya, ia memperlihatkan reaksi dari obat tersebut, dia
berkali-kali meminta maaf kepadaku karena ia merasa kegerahan
dan setelah itu ia mulai membuka pakaiannya.
Di saat ia membuka pakaiannya, aku dapat
melihat sosok dewi yang hanya mengenakan BH dan celana
dalamnya. Hal ini membuat penisku mendadak berdiri dan siap
dimasukkan ke “lubang kenikmatan”. Aku mengajak dewi ke
kamarku sambil kuberikan alasan agar aku dapat menyalakan Air
Conditioner sehingga dia tidak lagi kegerahan. Ia percaya saja dan
mengikutiku ke kamar. Di dalam kamarku, ia duduk di ranjang
sambil sesekali mengusap dadanya. Aku menjadi tidak tahan
melihat adegan ini sehingga aku mulai mencium bibirnya. Ketika
aku menciumnya, tidak ada perlawanan sama sekali. Kami
bermain lidah hingga 10 menit. Dikala kami bermain lidah, aku
mulai membuka BH dan celana dalamnya. Setelah dia bugil,
kemudian aku membuka pakaianku sendiri. Disaat aku sedang
membuka pakaianku, dewi mengusap-usap tubuhnya dan
memainkan jari-jarinya di sekitar vaginanya sehingga
membuatnya basah. Aku tidak tahan lagi maka kudekati vaginanya
dan memainkan lidahku di dalam vaginanya.
Aku sempat terkejut karena ternyata Dewi masih perawan
sehingga aku berpikir bahwa ini adalah hari keberuntunganku. Aku
terus menjilati vagina Dewi berulang-ulang dan diiringi dengan
desahan Dewi yang sangat sensual, “Hmm…, shhh…, aahh…”.
Aku tidak peduli dan terus menjilatinya hingga beberapa saat
kemudian Dewi menjepit kepalaku dengan kedua kakinya
sehingga membuatku menjadi sulit bernafas selama beberapa saat
dan tubuhnya mendadak menjadi gemetar dan ia berteriak
tertahan sambil melengkungkan punggungnya yang membentuk
siluet yang indah sekali. Aku mengerti kalau dia sedang klimaks,
aku senang sekali tetapi juga sekaligus belum puas, why? Karena
aku sendiri belum memperoleh kepuasan darinya. Setelah ia
terbaring lemas karena klimaks tersebut, aku segera saja
memasukkan penisku yang panjang karena sudah tegang ke
dalam vagina Dewi. Ketika penisku merobek keperawanannya, ia
berteriak kesakitan dan aku merasakan penisku telah dibasahi oleh
darah segar keperawanannya, tapi aku tidak ambil peduli. Sambil
kucium bibirnya yang seksi, tanganku bermain di puting susunya,
juga kutusukkan penisku ke dalam liang vaginanya.
Teriakan yang tadi kudengar lama kelamaan berubah menjadi
desahan-desahan dan tangannya mulai aktif memegang dan
menekan-nekan selangkanganku seakan- akan menikmati sodokan ku...
Setelah lama ku masukkan penisku terasa ada yang mau keluar dan akhirnya aku teriak karena klimaks ''akh.....''


the End

Lirik Lagu Mawar Hitam - Tipe-X

Tipe-X - Mawar Hitam

Luka itu memang terlalu berat untukmu
Terlalu keras untuk kau rasakan
Tak seperti keinginan dan harapan
Yang selalu kau impikan, kau inginkan
Kau khayalkan dan kau bayangkan dulu
Mestinya kau sadari itu

Bukan penyesalan yang ada di hati
Saat kau yakinkan diri tuk pergi
Coba hadapi semua ini.. sendiri

Dan ternyata keyakinan
Tak cukup mampu untuk melawan
Kaupun tak mampu bertahan
Kini kau mawar penghias malam

Kau mawar hitam harummu kepedihan
Kau arungi waktu di setiap pelukan

Langit tetap saja hitam
Meski air mata darah kau curahkan
Meratapi diri bukan jalan terbaik
Untuk tetap berdiri
Penyesalan.. memang selalu menakutkan

Tapi itu kenyataan...

Kau mawar hitam harummu kepedihan
Kau arungi waktu, di setiap pelukan
Jangan menangis...
Meski kau sesali...
Singkirkan semua bila tak kau inginkan